Untuk Wanita yang Bersahabat dengan Pria Beristri, Ini 5 Etika yang Perlu Kamu Tahu

Apakah saat ini kamu memiliki sahabat pria? Apakah sahabat kamu itu sudah memiliki istri? Jika ya, maka kamu harus lebih menjaga sikap saat berteman dengan sahabat kamu itu. Meskipun persahabatan kamu dan dia sudah berlangsung lama, tetap saja hubungan kalian mau tidak mau akan ada yang berubah ketika dia sudah menikah.

Mungkin tidak mudah bagi kamu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut karena kamu sudah terlalu akrab dengannya. Kamu harus mulai mengurangi kebiasaan-kebiasaan dulu yang sering kamu lakukan dengan sahabat kamu itu agar tidak ada dugaan negatif atau kecurigaan dari pihak lain yang melihat pertemanan kamu dengan dia.

Berikut 5 hal yang sebaiknya kamu perhatikan saat berteman dengan pria yang sudah memiliki istri:

Pastikan sang istri mengetahui kalau kamu dan suaminya bersahabat sudah lama

sahabat-pria-wanita-h

Kamu harus lebih berhati-hati saat berteman dengan pria yang sudah memiliki istri. Bila memang kamu dan si pria sudah bersahabat lama, pastikan setiap aktivitas yang kamu lakukan dengannya tidak menyinggung perasaan sang istri. Alangkah baiknya, bila istri dari sahabat pria kamu itu mengetahui segala hal tentang persabahatan kalian agar tidak ada prasangka negatif apapun.

Beda halnya bila kamu baru menjalin pertemanan dengan pria beristri dan hubungan kamu dengan si pria sudah cukup akrab, sebaiknya kamu dan istrinya berkenalan lebih dahulu. Nah, jika si pria tidak mau mengenalkan kamu kepada istrinya atau bahkan menyembunyikan pertemanan kamu dari sang istri, kamu harus lebih waspada. Sebaiknya, kamu mulai membatasi diri untuk menjalin pertemanan dengan pria tersebut sebelum semuanya menjadi kacau.

Hormati istri sahabat pria kamu dengan menjaga sikap

Komitmen dalam pernikahan bukanlah perkara “main-main”. Bila sahabat pria kamu itu masih menghubungimu atau sekadar ingin makan bareng berdua dengan kamu, itu artinya kamu harus mulai membatasi hubungan persahabatan kamu dengannya. Bagaimana pun kamu harus menghormati istrinya.

Terlebih bila istrinya sudah mengetahui persahabatan kalian, sebaiknya kamu mulai menjaga sikap. Hindari berbuat hal yang bisa membuat istrinya curiga atau berprasangka negatif melihat keakraban kamu dengan suaminya. So, selalu jaga sikap saat bertemu dengan sahabat pria kamu itu ya. Kalau memang sahabat kamu mengajak untuk bertemu, pastikan istrinya mengetahui atau kamu meminta istrinya untuk ikut menemani sahabat kamu.

Jangan mengabaikan peringatan dari pihak ketiga, itu tandanya hubungan kamu dengan si dia sudah terlalu dekat

Bila teman-teman kamu atau pihak ketiga lainnya sudah memberi peringatan, itu artinya mereka sudah mencium bau berbeda tentang hubungan kamu dan sahabat pria kamu itu. Mungkin mereka sedikit “risih” bila melihat kamu masih sering merangkul atau bermanja-manjaan dengan sahabat pria layaknya dulu sebelum dia menikah.

Nah, bila kamu sudah diperingatkan karena hubungan kamu dengan si pria yang terlalu dekat, sebaiknya dengarkan dan mulailah mengubah sikap kamu terhadap sahabat pria kamu itu. Buatlah batasan dan hargai perasaan istrinya.

Persahabatan kamu dengan dia tidak seperti dulu lagi, sebaiknya komunikasi kamu jangan terlalu intens

Setelah sahabat pria kamu menikah, kamu tak lagi bisa menghubungi dia kapanpun. Ada waktu-waktu yang harus kamu hargai untuk menghubungi dia. Sebaiknya, kamu menghindari menghubunginya setelah jam kantor hingga pagi hari. Karena kamu bisa mengganggu dia dengan istrinya.

Bila setiap ada masalah kamu selalu bercerita padanya, cobalah menyimpan masalahmu itu untuk sementara waktu. Sebab, bila kamu menghubungi sahabat kamu malam hari, hal itu bisa mengganggu privasinya dan istrinya juga bisa hilang respect terhadap kamu.

Perubahan sikap pasti terjadi, tetaplah di jalur yang benar

Jika dulu, kamu sering dimanjakan oleh sahabat pria kamu itu. Lain dulu, lain sekarang, terutama bila dia (sahabat pria) sudah memiliki istri. Sudah pasti waktu dan perhatiannya tidak akan sebanyak dulu untuk kamu.

Bila kamu masih belum bisa menerima perubahan ini atau kamu merasa cemburu dan kesal, bisa jadi ada yang salah dengan perasaan kamu. Jangan-jangan hubungan kamu dengannya bukanlah sekadar sahabat. Bukankah sahabat yang baik akan ikut senang bila sahabatnya dan istri sahabatnya bahagia?

Selain lima hal di atas, agar hubungan kamu dengan sahabat pria kamu dan juga istrinya tetap baik, jangan pernah mengungkit masa lalu tentang persahabatan kalian bila sahabat kamu itu sudah berubah dan lebih mementingkan istrinya daripada kamu. Hal tersebut hanya bisa memancing kekacauan. So, terimalah perubahan itu dan jagalah sikap kamu ketika berhubungan dengan sahabat kamu.

Reply